Apa Sebenarnya Yang Terjadi Saat Sebuah Nama Domain Kadaluarsa ?

Apa Sebenarnya Yang Terjadi Saat Sebuah Nama Domain Kadaluarsa ? Membeli nama domain bukan berarti anda mendapatkan hak atas domain itu selamanya. Orang mendaftarkan nama domain dan pada masanya nantu harus memperbarui pendaftaran nya, mirip dengan menyewa apartemen atau mobil. Jika sebuah domain tidak diperbaharui atau di perpanjang, maka akan kembali ke daftar bebas dimana kemudian orang lain memiliki kesempatan untuk mendaftarkannya kembali.

Jadi, apa sebenarnya yang terjadi saat sebuah nama domain kadaluarsa? Inilah dasar-dasar apa yang perlu Anda ketahui:

apa sebenarnya yang terjadi saat sebuah nama domain kadaluarsa?
apa sebenarnya yang terjadi saat sebuah nama domain kadaluarsa?

Apa Sebenarnya Yang Terjadi Saat Sebuah Nama Domain Kadaluarsa ?

Memahami Arti “Memiliki” Sebuah Domain

Untuk memahami Apa Sebenarnya Yang Terjadi Saat Sebuah Nama Domain Kadaluarsa ?, kita harus mengetahui sedikit mengenai bagaimana proses kepemilikan nama domain itu.

Registry

Ini adalah organisasi yang bertanggung jawab untuk memelihara database nama domain untuk domain tingkat atas tertentu (atau TLD) seperti .com, .ca, .photo dan sebagainya.

Registrar

Ini adalah organisasi yang diberi wewenang untuk mendaftarkan nama domain.

Reseller

Atau bahasa gaulnya disebut Pengecer, Seseorang atau perusahaan yang berhubungan dengan petugas pendaftaran atas nama pendaftar (misalnya Anda).

Registrant

Orang atau perusahaan yang membeli dan “memiliki” nama domain untuk sementara waktu (secara teknis Anda sebenarnya tidak memilikinya, yang benar adalah pembeli membeli hak kontrol pada waktu tertentu sesuai biaya yang dibayarkan).

Dengan kata lain, Registrant membeli nama domain dari Reseller dengan menghubungi Registrar yang diberi wewenang oleh Registry TLD. Paham khan!

Untuk mendapatkan nama domain, seseorang harus terlebih dahulu mencari satu nama yang tersedia dan menghubungi pengecer. Begitu ada yang ditemukan, pembayaran dilakukan dan hak atas domain tersebut diberikan kepada seseorang itu untuk jangka waktu yang terbatas.


Baca Juga :
Mengenal Apa Itu Domain Name System (DNS) ?
Domain Authority (DA) – Faktor Pengukur Dan Cara Meningkatkannya
Dampak Dari Mengganti Domain


Memperbarui Domain (Renewing a Domain)

Ketika masa registrasi berakhir, pemilik domain harus memperpanjang domain agar tetap aktif. Banyak orang  mensetting domain mereka untuk bisa diperbarui secara otomatis di kontrol panel reseller mereka sehingga mereka tidak perlu khawatir tentang perpanjangan; Yang lain memilih untuk memperbarui domain mereka secara manual karena mereka tidak yakin, apakah masih membutuhkan atau berapa lama mereka ingin mempertahankannya.

Jika seseorang tidak memperpanjang domain, beberapa hal akan terjadi. Spesifikasinya akan bervariasi dari reseller ke reseller , namun umumnya mereka akan mengikuti langkah yang sama. Berikut adalah proses bagaimana menangani domain kedaluwarsa.

“Almost” Expired Domains (Dimain Yang Hampir Kadaluarsa)

Jadi, terlepas dari semua peringatan dan permintaan untuk memperbaharui, Anda telah memutuskan untuk mengabaikannya dan membiarkan domain Anda kedaluwarsa. Sekarang apa yang terjadi?

Grace Period (Masa Tenggang)

Meskipun domain Anda telah kedaluwarsa, Anda masih memiliki kesempatan untuk memiliki kembali domain Anda. Panjang masa tenggang di setiap reseller sangat bervariasi, namun semuanya memungkinkan Anda untuk kembali mengubah pikiran dan memperbarui domain. Biasanya reseller memberikan 40 hari Masa tenggang.

Redemption Grace Period (Masa Tenggang Penebusan)

Setelah masa tenggang Anda habis, Anda kemudian memasuki masa tenggang penebusan, sesuai kewajiban yang di laksanakan oleh ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers). Masa Tenggang penebusan ini diberikan Selama 30 hari, dan pada masa ini Anda masih bisa mengambil domain Anda, hanya sekarang pada masa ini, akan ada biaya tambahan untuk melakukannya. Ada yang menyeutkan sampai $ 175, di samping harga normal untuk memperbarui domain Anda. Biaya ini pada dasarnya adalah denda terlambat yang dikenakan oleh registri.

Expired Domains

Jika Anda membiarkan Grace Period (Masa Tenggang) dan Redemption Grace Period (Masa Tenggang Penebusan) berlalu, Berarti anda sekarang dianggap benar-benar telah melepaskan kepemilikan domain Anda. Ini berarti domain sekarang tersedia bagi orang lain dan siapa saja bisa untuk mendaftarkannya ulang.

Namun ini juga Bergantung pada domain dan reseller tertentu, karena hal lain yang terjadi saat sebuah nama domain kadaluarsa, mereka (reseller) bisa saja juga menjadi Penyedia Jasa Backorder Atau Auction, apa itu:

Backorder

Jika ada orang yang telah membidik dengan melakukan backorder pada domain Anda, mereka akan diberitahu segera setelah domain anda expired dan mereka langsung bisa memilikinya.

Auction

Atau jika tidak ada backorder, namun domain anda bernilai tinggi, maka reseller bisa saja memperpanjangnya dan melelang domain ke penawar tertinggi.

Closeout/Tutup

Jika tidak ada yang membeli domain selama periode lelang, reseller dapat menawarkannya dengan harga penutupan. Ini biasanya akan memberikan penghematan besar bagi siapa saja yang ingin membeli domain.

Back Into the Wild! / Domain Kembali ke Daftar Bebas!

Jika domain tidak dibeli bahkan bahkan backorder, auction atau obral, maka domain masuk kembali ke registry, dimana ada orang lain bisa membeli dan mendaftarkannya seperti nama domain lainnya yang tersedia.

Referensi : www.hover.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *