Tips Membuat Video Viral oleh Edho Zell

Konten video saat ini sebetulnya menjadi mata pencaharian baru. Apalagi bersama hadirnya YouTube, para pembuat video sanggup meraup untung dari iklan yang tayang di kanal mereka.

Namun jalan untuk meraup untung itu tak sederhana. Ada satu syarat mutlak yang wajib dimiliki oleh pembuat video, yakni karya yang ditonton oleh banyak orang atau viral.

Soal cara untuk membuat konten viral ini, tersedia bermacam-macam. Edho Zell, salah satu kreator video YouTube sukses di Indonesia sharing berkenaan cara yang dilakukannya untuk meramu berbagai video viral.

Tips Membuat Video Viral oleh YouTuber Indonesia
Edho Zell

Tips Membuat Video Viral oleh Edho Zell

1. 15 Detik Pertama

Saat membuat sebuah video, selamanya menyimak 15 detik pertama. Kreator wajib sudah sanggup menarik minat pirsawan di dalam hitungan singkat tersebut.

Hindari memasang logo produk, logo YouTube atau berbagai sejenis. Pasalnya, itu bakal membuat pirsawan menyimpulkan video sebagai iklan dan malas untuk meneruskan.

“Jadi 5 detik pertama wajib bikin pirsawan mikir apakah ini video yang bagus atau tidak. Lalu di dalam 15 detik, wajib menjelaskan total video. Misal kecuali video komedi, di dalam rentang itu wajib tersedia punchline yang diberikan,” mengetahui Edho.

2. Durasi singkat

Jangan membuat video sangat panjang. Durasi yang paling tepat adalah 3-5 menit, kecuali lebih dari itu pirsawan bakal bosan dan condong menutup video Anda.

“Kenapa 3-5 menit? Kalau di atas 10 menit, itu ibarat Anda berharap orang untuk investasi ke Anda, tapi orang itu belum kenal. Pertanyaannya jadi, apakah Anda mau spent (habiskan) saat 10-15 menit untuk sesuatu yang belum kenal?” terang Edho.

“Jika cuma 3-5 menit, ibarat kata untuk mendengarkan basa-basi, tentu orang tidak bakal keberatan untuk sedia kan waktunya,” pungkasnya.

3. Jujur

Video yang dibuat sebaiknya diramu bersama sejujur mungkin, jangan sampai memutarbalikkan fakta yang ada. Pasalnya, para pirsawan jaman kini condong lebih kritis dan sanggup saja menonjolkan kekeliruan yang mereka temukan di dalam karya Anda.

“Misalnya membuat video diklaim manfaatkan ponsel, tapi ternyata dibuat manfaatkan DSLR. Lalu ini ketahuan dari bayangannya. Jangan sampai seperti itu,” terangnya.

“Anak anak zaman sekarang makin pintar. Sedikit kekeliruan di dalam video sanggup di screenshot, dilingkari, diberi titik, lantas ditunjukkan,” pungkas Edho.

4. Isi metadata

Jangan lupakan untuk isikan metadata video yang bakal diunggah ke YouTube. Meski terkesan sepele, metadata ini miliki peran penting, yakni membuat video sanggup ter-indeks bersama kata pencarian tertentu.

“Misalnya, saat aku membuat video parodi Mario Teguh. Saya sengaja pakai nama Mario Teguh di depan judul dikarenakan orang sebetulnya bakal memasukkan nama itu ke kolom pencarian,” ujar Edho.

“Artinya, disaat orang meng-klik kolom pencarian, memasukkan nama Mario Teguh, maka video aku menjadi salah satu yang bakal keluar. Nah, ini fungsinya metadata sehingga video sanggup dicari,” imbuhnya.

5. Karakter fasilitas sosial

Selain mengunggah video di YouTube, jangan lupa untuk manfaatkan fasilitas sosial lain dan membentuk cii-ciri tertentu. Karakter ini diperlukan sehingga pirsawan sanggup mendapatkan asosiasi yang ringan dan seterusnya mengingat kanal YouTube Anda.

“Cobalah untuk memanusiakan fasilitas sosial Anda. Sentuhan manusia itu penting. Contoh yang memanusiakan fasilitas sosial adalah account Instagram Dagelan, bersama cara menciptakan cii-ciri bernama Dudu,” terang Edho.

6. Utamakan nilai positif

Jangan terjebak bersama mindset bahwa keberhasilan sebuah video keluar dari kuantitas views belaka. Pasalnya, keberhasilan sebuah video cuma bakal keluar dari segi nilai yang diberikan terhadap para penontonnya.

Bila nilai tersebut positif dan berguna, maka orang bakal otomatis membagikannya. Respon yang disematkan di kolom komentar pun bernada positif.

“Contohnya sanggup lihat iklan Ada Apa Dengan Cinta? 2, iklan Thailand yang ceritanya menyentuh atau lucu tapi ternyata berkenaan asuransi. Dua hal ini sudah mengetahui iklan, tapi toh banyak yang mau membagikan,” terang Edho.

“Inilah yang disebut value (nilai). Buat pirsawan tertawa atau sedih dulu, biarkan mereka menonton, baru sehabis itu urusan jualan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA, Maaf ini untuk menghindari SPAM Robot...! *